CORNER
Update informasi menarik tentang dunia hacking dan juga teknologi menarik hanya di www.tryneble.com *** Kami akan berikan Informasi menarik versi Tryneble untuk anda *** Follow twitter @Tryneblesite dan like Fans page Tryneble agar kami dapat mengupdate informasi di Media Sosial
PilihanBerita

Penelitian : 3 dari 5 pemain bola akan bangkrut saat mulai pensiun


Fakta mengejutkan disampaikan oleh badan amal untuk mantan pesepakbola Inggris, Xpro. Dari penelitian yang dilakukan Xpro, diketahui kenyataan mencengangkan yang menyatakan tiga dari lima pesepakbola Premier League mengalami kebangkrutan setelah pensiun.

Biasanya kebangkrutan mulai menghinggapi setelah lima tahun mereka memutuskan pensiun dari sepakbola. Selain itu, kenyataan mengejutkan lainnya adalah satu dari tiga mantan pemain tersebut bercerai setelah 12 bulan memutuskan pensiun.

"Database kami memang menunjukkan bahwa tiga dari lima mantan pemain bangkrut hanya dalam waktu lima tahun, Dan satu dari tiga mantan pemain itu bercerai hanya 12 bulan setelah memutuskan pensiun," kata Direktur Xpro, Geoff Scott seperti dilansir Tribal Football.

Scott mengungkapkan kebanyakan kasus kebangkrutan yang menghinggapi para mantan pesepakbola disebabkan kesalahan dalam menggantungkan masalah finansial mereka kepada penasehat keuangan pribadi yang keliru, yang hasilnya justru membuat tabungan mereka melayang. 

"Seringkali mereka disarankan oleh orang yang salah. Dan sebelum menyadarinya, aset mereka telah menghilang. Mungkin kenyataan ini terdengar luar biasa bagi para fans, tetapi ini sesuatu yang normal dan kenyataannya ini memang telah terjadi," katanya. 
vivabola


Ketika pemain bola menanyakan dimana Messi saat barcelona bertanding


Lionel Messi saat ini tengah menuai banyak kritikan. Performanya bersama Barcelona akhir-akhir ini mengundang pertanyaan dari banyak pihak: Apa yang terjadi dengan pemain terbaik dunia tersebut beserta timnya?

Dalam seminggu terakhir, tim Catalan dua kali kalah dalam pertandingan dimana mereka diunggulkan untuk menang. Setelah kalah dari Milan, kini mereka tumbang oleh Real Madrid, musuh bebuyutan mereka. Kekalahan ini sangat telak bukan hanya karena skor 3-1, tetapi juga karena Barca kalah di kandang sendiri.

Tak pelak, meski persoalan mungkin ada pada seluruh tim Blaugrana, tetap saja Lionel Messi jadi target utama sindiran atas kekalahan mereka.

Beberapa pihak bahkan bercanda dengan menanyakan "dimana Messi" saat pertandingan berlangsung

1. Marrio Balotelli mencari Messi







2. ID FootBall Funnys ini berpura-pura mengumumkan hilangnya Lionel Messi.








"Terakhir terlihat sedang melakukan pemanasan di San Siro seminggu yang lalu. Silahkan hubungi polisi Spanyol jika anda memiliki informasi apapun," tulis mereka di Twitter.
3. KAKA juga ikutan mencari Messi

Kaka punya alasan untuk tidak bertanding. Mourinho tidak menurunkannya. "Tapi kenapa Messi tidak main?" tanyanya.

Ini Dia di balik Kebiasaan kebiasaan Unik dan Lucu Pemain MU


Wayne Rooney memang dikenal sebagai salah satu pemain Manchester United yang paling jahil. Tapi, ternyata korbannya yang paling mudah adalah rekan anyarnya di lini depan, Robin van Persie.

Mantan pemain Arsenal itu baru bergabung awal musim ini dan langsung jadi salah satu mesin gol The Red Devils. 19 gol sudah dicetak RVP dalam 26 laga bersama MU.

Namun, meski tampil sangar di atas lapangan, ternyata RVP kerap menjadi bahan olok-olok oleh Wazza dan kawan-kawan di ruang ganti pemain.

"Saya harus bilang, Robin bukan pemain pintar di luar lapangan," ungkap Rooney, saat ditanya soal siapa pemain yang paling mudah dikerjai pada wawancara dengan DHL Google Hangout.

"Sebagus-bagusnya dia sebagai seorang pemain, yang pasti dia bukan yang paling pintar di luar lapangan. Sangat mudah untuk mengerjai dia," katanya sambil tertawa.

"Memang ada beberapa pemain yang suka bercanda. Tidak ada yang benar-benar diam saja dan tidak ikut-ikutan," tambah Rooney dengan sedikit pembelaan.

Sementara itu, pemain lain yang hadir di wawancara itu adalah gelandang Tom Cleverley dan bek Jonny Evans. Mereka ikut mengungkapkan beberapa hal yang tidak diketahui oleh orang di luar lingkungan MU.

"Wazza selalu mengambil handphone kami jika tergeletak begitu saja. Rio, Ando, Welbz (Danny Welbeck), mereka juga karakter yang seru," kata Cleverley menambahkan.

"Dan pemain yang berpakaian paling buruk adalah Anderson dan Phil Jones. Buat Jones, baju dengan label mahal pasti akan dia beli. Meski baju itu tidak serasi sama sekali bagi dia," tambah Jones disambut gelak tawa Rooney dan Cleverley.

"Anderson juga pemain yang paling malas dalam latihan, saya pikir semuanya setuju," tambah Jones sambil melirik rekan-rekannya. "Tak apa saya bilang di sini, karena orangnya tidak ada," tutur Jones sambil tertawa lebar.


VivaBola | Tryneble

Ketika pemain Manchester City terkena virus Harlem

Demam dance baru, Harlem Shake, rupanya juga melanda Liga Premier Inggris. Manchester City mengunggah video Harlem Shake versi mereka. Mcfc.co.uk







(video) Gol paling tidak sportif dalam dunia sepak bola


Kejadian di persepakbolaan Peru sepertinya bisa dipertimbangkan sebagai hal paling tak sportif sepanjang sejarah permainan bola sepak.

Striker klub Cesar Vallejo, Piero Alva mencetak gol ke gawang Union Comercio ketika kiper mereka Juan Flores sedang tergeletak di tengah lapangan.

Dikutip dari Bolanet Kejadian itu dimulai ketika sang kiper Juan Flores mengalami kolaps karena diduga kepanasan, ketika terjatuh rekan-rekannya coba menolong, namun di saat yang sama kubu lawan malah memanfaatkan hal itu untuk mencetak gol.

Skor menjadi 3-1 karena kejadian itu, namun sang striker sepertinya memang tak punya rasa simpati kepada pemain lawan tersebut, "Setahu saya itu blundernya. Jelas-jelas itu salah mereka sendiri."

"Jika memang dia cedera kenapa masih bertahan di lapangan, harusnya jika cedera segera menepi. Setiap kiper paham jika cedera mereka tak boleh meninggalkan bola di dalam lapangan," imbuh striker bernama Piero Alva selepas duel.


Membongkar sistem kerja pengaturan skor sepakbola internasional


Telepon itu berbunyi menjelang laga penting pada 23 Mei, dua tahun silam. Seseorang berbicara dengan aksen Inggris gaya Singapura. “Saya butuh setidaknya tiga gol,” ujar lelaki itu. Dia dikenal sebagai Tan Seet Eng. Kadang dipanggil Mr Tan.  Lain waktu, oleh sejawatnya, dia disapa bos, atau capo.

Pada akhir Mei itu, sepakbola Italia sedang bertarung seru. Saat Tan menelepon, di Serie B Italia akan bertarung Grosseto melawan Reggina. Di ujung telepon, terdengar suara dengan Inggris beraksen Kroasia. “Tak masalah,” ujar lelaki itu.

Pada laga di Stadion Olimpico Carlo Zecchini, Grosseto, pesanan Mr Tan terpenuhi. Skor imbang 2-2. Reggina ditahan telak di kandang Grosseto. Begitulah “kesaktian” Tan,  lelaki yang belakangan diduga turut mengendalikan banyak pertandingan di dunia, tak hanya di Italia.

Sedikit yang diketahui dari sosok Tan Seet Eng. Para penegak hukum di Italia hanya punya foto Tan sewaktu dia belia. Dia disebut juga Dan Tan. “Saya tidak dapat mengatakan kepada Anda secara personal sosok Tan, dan bagaimana dia berbicara. Tan masih tanda tanya,” kata salah satu jaksa, Roberto Di Martino.

Tan sungguh bekerja dalam gelap.  Jaksa Martino bahkan tak punya gambaran ke mana gerangan Mr Tan membawa semua uangnya, dan apa yang dilakukan dalam kehidupannya. “Dari gambar yang kami punya, dia terlihat seperti anak berumur 15 tahun,” ujar Martino.

Informasi tentang Tan begitu sedikit. Itu sebabnya, meskipun dia jadi buron polisi sejak November 2011, tempat Tan bersembunyi belum terungkap. Data yang hanya secuil itu lalu membuat para agen intelijen polisi Uni Eropa, Europol, bergerak.

Para agen polisi itu lalu menelisik jejak kerja Tan selama 19 bulan. Hasilnya mengagetkan. Sebanyak 680 laga mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika Latin, kata Europol, telah diatur sindikat berbasis di Singapura ini.

Melihat jejaring itu para pecandu bola mungkin akan sesak napas. Europol melacak, dan sindikat ini rupanya telah begitu serius masuk ke struktur pertandingan. "Ada 425 petugas pertandingan, ofisial klub, pemain dan penjahat kakap dari lebih 15 negara terlibat dalam mengatur skor sepakbola profesional," kata Direktur Interpol, Rob Wainwright dalam keterangannya.

Mereka, kata Wainwright, membentuk operasi kejahatan terorganisir yang canggih. Laba yang diraup mencapai lebih 8 juta euro dari  judi bola. “Lebih dari 2 juta euro untuk membayar mereka yang terlibat dalam pertandingan," ujar Wainwright.

Tentu, klaim Europol itu menjadi tamparan keras bagi federasi sepakbola dunia (FIFA). Lembaga itu begitu getol berkampanye untuk fair play di setiap pertandingan. Tapi, untuk kesekian kali, gurita mafia judi sukses menyusupi olahraga paling populer sejagad ini.

Sejumlah laga berbau curang pun mulai terungkap. Tak hanya partai gurem, skandal pengaturan skor juga sukses menyusup di partai besar, termasuk laga Champions League, dan penyisihan Piala Dunia. Puluhan orang telah diciduk, dan dijatuhi hukuman.
Seret Liverpool dan MU?

Yang mengagetkan, dua klub elit Eropa, Liverpool dan Manchester United, pernah terseret skandal menghebohkan ini. Untung, status dua klub papan atas Premier League itu masih sebatas "korban". Laga Liverpool kontra Debrecen pada 2009 diduga telah disusupi kecurangan. Kiper Debrecen, Vukasin Poleksic menjadi tertuduh. Poleksic akhirnya mendapatkan hukuman dua tahun dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA).
Meski agak usang, terjadi lebih satu dekade lalu, kasus skor curang seperti itu diduga pernah terjadi di laga Manchester United melawan Zalaegerszeg, yang bertemu di babak kualifikasi Champions League 2002/2003. "Keterlibatan" MU ini diungkapkan salah satu mantan gangster Serbia, Karesz kepada The Sun. Kata Karesz, sejumlah bos gangster di Eropa ingin melihat Zalaegerszeg kalah. Setidaknya tiga gol di leg kedua.
Kenyataannya begitulah. Zalaegerszeg, yang menang 1-0 pada leg pertama di Hongaria, tertinggal tiga gol. Padahal pertandingan di Old Trafford baru berlangsung 20 menit. Zalaegerszeg akhirnya kalah 0-5, setelah kiper Sasa Ilic mendapat kartu merah.
Begini pengakuan Karesz,  yang menyebutnya  dirinya sebagai “perantara”. Dia bernegosiasi dengan bos gangster asal Kroasia, sepekan sebelum pertandingan 27 Agustus 2002 itu. "Saya mengatur pertemuan di sebuah kafe di Zalaegerszeg. Taruhan besar dilakukan agar ZTE kalah minimal tiga gol," kata Karesz dilansir The Sun. Negosiasi itu diduga bernilai jutaan poundsterling.

Menurut Karesz, ada belasan gangster yang bertemu setiap bulannya di Budapest, Hongaria. Mereka mengatur skor. Tapi, Karesz  tampaknya sudah bertobat. Dia lalu menjadi whistle-blower,  setelah dia berseteru dengan para gangster itu.
Cara kerja sindikat

Pengakuan terbaru datang dari seorang mantan pemain. Dia adalah Mario Cizmek, mantan gelandang NK Zagreb. Tugasnya, juru bayar dalam skandal pengaturan skor.
Dalam persidangan yang dilansir The New York Times, Cizmek mengaku terlibat dalam sindikat pengaturan skor. Dia membeberkan mekanisme kerja di lapangan selama "meracuni" sportifitas di Divisi Pertama Kroasia. Itu terjadi pada 2010, menjelang akhir kariernya sebagai pemain.

Menurut Cizmek, target utama untuk disogok adalah kiper. "Anda tidak dapat melakukan itu tanpa seorang penjaga gawang," kata Cizmek. Lebih lanjut Cizmek mengatakan, jika sang kiper menolak tawaran, maka ia mengembalikan uangnya kepada “Bos Besar”, dan membatalkan kesepakatan.

Namun, Cizmek juga tak membantah jika pemain lain yang berposisi sebagai bek dan gelandang juga rentan disogok. Tapi kiper tetap menjadi target utama, meski harus mengeluarkan uang lebih banyak. Masih menurut Cizmek, uang sogokan untuk kiper dua kali lebih besar, karena hasil akan mempengaruhi statistik sang kiper.
Setelah kiper, posisi kedua paling diincar adalah bek, baru pemain dengan posisi gelandang. Sedangkan striker, jarang dilibatkan. Para gangster penyuap itu pun tak tanggung-tanggung. Terkadang, dari 11 pemain yang tampil di lapangan, enam diantaranya telah dibuat “masuk angin”.

Sebelum menyogok, para mafia pengaturan skor juga memilih-milih  "rekanan". Biasanya mereka akan menyasar pemain belia. Alasannya, anak muda mudah tergiur. Atau pemain hampir pensiun, yang kerap ingin mencari "uang pensiun".

Tapi, kerja paling mudah tentu saat menemukan pemain yang lagi dirundung soal keuangan. Tak hanya pemain, para mafia pengaturan skor kalau perlu menyogok pelatih, atau perangkat pertandingan. Selain itu, Cizmek juga menyebutkan, tim yang telah pasti terdegradasi, sangat mudah disusupi.

Cizmek, lelaki 37 tahun yang ditangkap di depan kedua putrinya pada 2012 silam itu kini tampak menyesal. "Karier yang saya bangun bertahun-tahun rusak, hanya dalam waktu satu bulan," kata Cizmek.

Via:viva|tryneble



Kompilasi parodi aksi lompatan "super Ronaldo 7"


Salah satu topik terhangat dari dunia sepakbola yang ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir adalah lompatan luar biasa Cristiano Ronaldo di laga Real Madrid vs Manchester United.

Lompatan Ronaldo dianggap luar biasa tingginya, dan tak hanya itu berkat lompatan supernya itu CR7menghasilkan gol penyama kedudukan Madrid ke gawang mantan klubnya.

Dan topik itu akhirnya menjadi sebuah parodi di internet. Sejumlah orang berkreasi dengan kejadian 'Lompatan Super Ronaldo' itu dengan menghasilkan gambar-gambar unik nan lucu, berikut gambar yang dimaksud.

-Disamakan dengan Superman



-Ronaldo = Alien turun dari UFO



-Poster FILM E.T


-Rumus Einstein ala Ronaldo


-Disandingkan dengan gedung tertinggi


-Lompatan Ronaldo setinggi pesawat (messi hanya bisa ngintip) :D


-Ronaldo mampu halau meteor



Pic : bolanet


Terungkap, mantan bos gangster akui atur skor liga Champions


Kasus pengaturan skor yang sedang melanda sepakbola diduga melibatkan salah satu pertandingan Manchester United di Liga Champions. Peristiwa itu terjadi ketika babak kualifikasi Liga Champions 2002/2003 melawan Zalaegerszeg TE.


Hal tersebut diungkapkan salah satu mantan gangster Serbia, Karesz. Kepada The Sun, Sabtu 9 Februari 2013, Karesz mengatakan sejumlah bos gangster di Eropa ingin melihat Zalaegerszeg kalah setidaknya tiga gol di leg kedua. 



#pertandingan MU vs Zalaegerszeg (reuters)

Zalaegerszeg, yang menang 1-0 pada leg pertama di Hongaria, tertinggal tiga gol ketika pertandingan di Old Trafford baru berlangsung 20 menit. Zalaegerszeg akhirnya kalah 0-5 dengan kiper Sasa Ilic mendapat kartu merah. Kelima gol MU masing masing dicetak oleh Ruud van Nistelrooy (dua gol), dan David Beckham, Paul Scholes serta Ole Gunnar Solskjaer masing-masing mencetak satu gol.



Karesz mengaku sebagai perantara skandal yang melibatkan uang puluhan juta poundsterling tersebut. Dia melakukan negosiasi dengan bos gangster asal Kroasia satu pekan sebelum pertandingan yang berlangsung 27 Agustus 2002 tersebut.

"Saya mengatur pertemuan di sebuah kafe di Zalaegerszeg. Saya duduk di berbagai meja hingga bisnis selesai. Taruhan besar dilakukan agar ZTE kalah minimal tiga gol," ujar Karesz seperti dilansir The Sun.

Karesz mengatakan setidaknya ada belasan gangster yang bertemu setiap bulannya di Budapest, Hongaria, untuk melakukan pengaturan skor. Karesz berubah menjadi whistle-blower setelah berseteru dengan para gangster tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Agen Intelijen Uni Eropa (Europol) telah mengungkap sedikitnya ada 380 pertandingan sepakbola di Eropa dan dunia yang diduga terlibat skandal pengaturan skor. Salah satunya laga Liga Champions pada 2009 saat Liverpool mengalahkan klub Hungaria, Debrecen 1-0.

Europol menduga skandal pengaturan skor ini melibatkan sindikat kejahatan di Asia, khususnya di Singapura.

(viva|tryneble)

 
CEO/FOUNDER
Copyright © 2013. TRYNEBLE.com® - All Rights Reserved