Snapchat,
sebuah aplikasi berbagi pesan foto, menjanjikan fitur yang lebih baik daripada
aplikasi serupa seperti Instagram dan Vine. Benarkah?
Aplikasi
ini dapat mengambil foto dan merekam video, lalu kemudian dapat diposting dalam
waktu yang ditetapkan oleh penggunanya. Proyek Snapchat dimulai oleh dua
mahasiswa, Evan Spiegel dan Bobby Murphy dari Stanford University, sebagai
sebuah proyek sekolah.
Bermula
dari sekedar iseng, ide mereka ternyata direspon dengan baik oleh teman-teman
sekampusnya. Kemudian, Snapchat pun diluncurkan pada September 2011, dan dibuat
aplikasi Androidnya pada bulan November 2012 setelah sukses menerima hingga 20
juta foto perharinya.
Setelah
kesuksesannya tersebut, Snapchat diincar oleh Facebook. Perlu diingat bahwa
Facebook membeli Instagram sejumlah US$1 miliar.
Facebook
mendekati tim Snapchat untuk menawarkan jumlah yang tidak diketahui. Meskipun
tidak mendapatkan keuntungan sejak Oktober 2012, Spiegel mengatakan bahwa ia
dan timnya tidak akan menjual Snapchat kepada siapa pun.
Snapchat
adalah mampu memberikan elemen yang unik dalam aplikasi foto mereka yang
membedakan dari aplikasi berbagi foto konvensional lainnya.
Saat ini Snapchat masuk ke dalam 10 aplikasi
yang paling banyak diunduh di App Store dan berada di peringkat 33 di Google
Play Store.
Penasaran
ingin mencobanya? Silahkan mengunduhnya di
sini untuk perangkat iOS dan di sini untuk Android. [ikh]
Techbusy | inilah | tryneble





