Tidak perlu
pengalaman bertahun-tahun untuk bisa mengganggu kerja suatu jaringan. Buktinya,
anak berusia 11 tahun diduga telah melakukan aksi hacking yang ditujukan kepada
situs game dan social network.
Seperti yang
dilansir oleh BBC (7/2), sebuah laporan dari AVG menemukan fakta bahwa diduga
seorang bocah berusia 11 tahun sudah berhasil masuk ke dalam sebuah website
game dan jejaring sosial. Dari situ, bocah ini melakukan pencurian mata uang
virtual
yang berlaku di game tersebut.
Hal ini sendiri
pertama kali diketahui setelah diadakan penyelidikan terhadap Runescape, game
online dengan lebih dari 200 juta pemain. Diyakini bahwa permainan ini sudah
disusupi oleh berbagai kode-kode jahat agar para pelaku bisa berbuat curang
dalam permainan ini.
Hasilnya diketahui
bahwa ada sebuah program bernama Runescape Gold Hack yang digunakan oleh
seorang anak. Melalui program ini, anak tersebut bisa mengubah sendiri jumlah
uang virtual yang dia miliki sehingga bisa lebih leluasa bermain game tersebut.
Namun, ternyata
kejahatan dari program ini tidak berhenti di situ saja.
Ditengarai bahwa
program ini juga mengambil data log in pengguna lain agar bisa disalahgunakan.
"Ketika
melakukan penelitian, kami menemukan sesuatu yang menarik. Ternyata program ini
berusaha mencuri data akun pengguna dan mengirimkannya dalam sebuah
email," jelas Ben-Itzhak, peneliti AVG, kepada BBC.
Dari sinilah
ditelusuri sebenarnya kepada siapakah email tersebut ditujukan. Hasilnya
membuat para peneliti kembali terkejut, ternyata email tersebut terdaftar atas
nama seorang anak berusia 11 tahun di Kanada.
Di negara maju
sendiri, bahasa pemrograman memang sudah diajarkan sejak dini kepada anak-anak.
Di Inggris misalnya, beberapa sekolah memberikan ekstra kurikuler pemrograman
yang didukung secara penuh oleh perusahaan IT besar seperti Microsoft dan
Google. Jadi, tidaklah mengherankan jika bocah berusia 11 tahun pun sudah mahir
membuat aplikasi sendiri.
merdeka | tryneble





