Situs Reddit mungkin tak terlalu akrab di
telinga pengguna internet Indonesia, namun yang biasa 'berlangganan' suatu
situs pastinya mengenal layanan Rich Site Summary atau biasa
disingkat RSS. Padahal kedua layanan itu salah satunya yang menciptakan oleh
orang yang sama, yakni Aaron Swartz.
Pemuda yang baru memasuki usia 26 tahun tersebut harus mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di apartemennya. Siapa sangka Swartz yang dikenal sebagai aktivis kebebasan internet dan jenius itu harus mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan.
Banyak yang memuji tapi tak sedikit juga yang menilai Swartz penuh kontroversi. Lalu siapa sesungguhnya dan seperti apa sepak terjang si bocah ajaib ini? Berikut sekelumit kisahnya.
Pemuda yang baru memasuki usia 26 tahun tersebut harus mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di apartemennya. Siapa sangka Swartz yang dikenal sebagai aktivis kebebasan internet dan jenius itu harus mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan.
Banyak yang memuji tapi tak sedikit juga yang menilai Swartz penuh kontroversi. Lalu siapa sesungguhnya dan seperti apa sepak terjang si bocah ajaib ini? Berikut sekelumit kisahnya.
Pemuda kelahiran Chicago, 8 November 1986 ini memang dikenal sebagai
programer komputer, penulis dan aktivis internet. Sejak berusia belasan tahun,
dia memang sudah dikenal karena karyanya yang bermanfaat bagi banyak orang.
Di usia 14 tahun, dia menjadi salah satu yang membuat RSS, sebuah metode sindikasi konten di situs internet. Salah seorang sahabatnya, Cory Doctorow, mempunyai kenangan tersendiri saat pertama kali bertemu dengannya saat membuat RSS tersebut
Di usia 14 tahun, dia menjadi salah satu yang membuat RSS, sebuah metode sindikasi konten di situs internet. Salah seorang sahabatnya, Cory Doctorow, mempunyai kenangan tersendiri saat pertama kali bertemu dengannya saat membuat RSS tersebut
Dalam banyak hal, ia cepat dewasa. Kepintarannya
membuat saya merasa bahwa dia adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat
internet," katanya.
Sekitar tahun 2008, dia mengikuti keyakinannya
bahwa informasi harus bebas diakses. Untuk memujudkan idealismenya inilah, dia
merilis 20 juta dokumen dari database pengadilan yang disebut PACER. Beruntung
Swartz tak sampai diciduk FBI, walaupun pihak berwajib sudah mengincarnya.
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2011, Swartz kembali beraksi nekat. Sebanyak 4,8 juta jurnal ilmiah dan dokumen penting ia curi untuk kemudian diumbar di dunia maya agar bisa diakses gratis, memaksanya berurusan dengan pihak MIT -- kampus teknologi ternama di AS.
Dalam dakwaanya, dia terancam hukuman 35 tahun penjara dan denda hingga USD 1 juta. Selain itu, Swartz diduga mendapatkan tekanan dari pihak MIT dan Jaksa Federal.
Hal ini yang dipercaya oleh keluarga dan sang pacar yang membuat si 'Robin Hood' dunia internet ini harus memakai jalan pintas mengakhiri hidupnya.
Media :detiknet
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2011, Swartz kembali beraksi nekat. Sebanyak 4,8 juta jurnal ilmiah dan dokumen penting ia curi untuk kemudian diumbar di dunia maya agar bisa diakses gratis, memaksanya berurusan dengan pihak MIT -- kampus teknologi ternama di AS.
Dalam dakwaanya, dia terancam hukuman 35 tahun penjara dan denda hingga USD 1 juta. Selain itu, Swartz diduga mendapatkan tekanan dari pihak MIT dan Jaksa Federal.
Hal ini yang dipercaya oleh keluarga dan sang pacar yang membuat si 'Robin Hood' dunia internet ini harus memakai jalan pintas mengakhiri hidupnya.
Media :detiknet




