Sistem cuaca itu
“menumpahkan” salju setebal 10-15 sentimeter di Yerusalem. “Salju mulai turun
pada 9 Januari malam,” kata Jason Samenow, ahli lingkungan dari Badan
Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat. Sistem cuaca yang sama menjadi pemicu
hujan lebat dan banjir di beberapa daerah, sebelum hujan berubah menjadi salju.
Sistem badai itu
bertanggung jawab atas meninggalnya delapan penduduk di Timur Tengah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa jutaan penduduk di Suriah dan 600
ribu pengungsi di negara yang tengah dilanda perang saudara tersebut
membutuhkan bantuan.
Badai langka itu
berawal dari udara lembap dan hangat yang naik dari Laut Mediterania,
menghasilkan hujan ketika naik dan bergerak ke arah timur menuju Timur Tengah.
Sistem cuaca itu kian intensif ketika bertemu dengan udara dingin yang
membentang dari Turki dan Eropa Timur hingga Cina. Udara dingin tersebut adalah
penyebab cuaca dingin menggigit yang terjadi secara mendadak di Cina, awal
pekan lalu.
Namun, setelah pusat
sistem tekanan rendah, yang berputar berlawanan arah dengan jarum jam karena
rotasi bumi, melewati Israel, angin utara mulai membawa udara dingin dari utara
ke arah Yerusalem dan Mediterania Timur.
"Ketika angin berubah arah dari utara, udara dingin seolah menyelimuti kawasan itu dan mengubah air hujan menjadi salju,” kata Samenow.
"Ketika angin berubah arah dari utara, udara dingin seolah menyelimuti kawasan itu dan mengubah air hujan menjadi salju,” kata Samenow.
Badai salju yang
menyerang Yerusalem adalah kejadian terburuk dalam 20 tahun terakhir.
Transportasi umum terpaksa dihentikan. Kantor dan sekolah ditutup untuk
sementara.
Samenow mengatakan
badai salju sebenarnya bukan hal baru di Israel. Fenomena itu terjadi setiap
7-8 tahun. Kawasan itu juga mencicipi sedikit salju hampir setiap tahun.
Institut meteorologi
Palestina mengatakan salju yang jatuh di Ramallah, Yerusalem Timur, dan
Bethlehem sekitar 10-20 sentimeter, bahkan mencapai 30 sentimeter di Hebron. Di
Gunung Hermon, Israel utara, dilaporkan salju yang turun mencapai 91
sentimeter. Salju juga dilaporkan terjadi di Turki, Yordania, Lebanon, Suriah,
dan Mesir. Badai salju itu kemungkinan akan bergerak ke arah Kazakhstan, Rusia
dan Cina, kata Samenow, menjatuhkan lebih banyak salju di kawasan itu.|tempo|atj|livescience.|





